GORONTALO — Kerja sama ini tidak hanya berhenti pada nota kesepahaman. Dalam pertemuan tersebut, Wakil Menteri Sains, Riset, dan Teknologi Iran Masoud Shams-Bakhsh menekankan bahwa hubungan kebudayaan, sejarah, dan agama yang sudah lama terjalin antara kedua negara menjadi pondasi kuat untuk memperdalam kolaborasi di bidang pendidikan, riset, serta sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM).
Brian Yuliarto menyampaikan kesiapan Indonesia untuk meningkatkan proyek penelitian bersama, pertukaran mahasiswa dan pengajar pascasarjana, serta membuka peluang belajar dan program akademik jangka pendek. Ia menilai potensi kolaborasi kedua negara sangat besar, terutama di tengah dinamika global yang menuntut inovasi.
Ruang Lingkup Kerja Sama: Dari Perubahan Iklim hingga Energi Terbarukan
Pembahasan kedua pejabat tinggi itu berlanjut pada sektor-sektor strategis. Beasiswa, kursus pendidikan, dan kerja sama penelitian bersama menjadi agenda utama yang disepakati untuk segera diimplementasikan.
- Perubahan iklim dan ketahanan pangan menjadi prioritas utama yang disepakati untuk diteliti bersama.
- Energi terbarukan dan agrikultur juga masuk dalam daftar kolaborasi yang dibahas secara rinci.
- Kedua pihak membahas peluang memperluas partisipasi kampus-kampus Iran dalam jaringan universitas di BRICS.
Mengapa Kerja Sama Ini Penting bagi Indonesia?
Bagi Indonesia, kemitraan ini membuka akses lebih luas ke riset dan teknologi yang dikembangkan Iran, khususnya di bidang ketahanan pangan dan energi. Iran dikenal memiliki kemajuan signifikan dalam riset STEM, sehingga pertukaran akademis dinilai mampu memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam negeri.
Shams-Bakhsh menegaskan bahwa hubungan yang sudah berjalan lama antara Iran dan Indonesia merupakan modal sosial yang kuat. Ia menilai kolaborasi ini bukan sekadar kerja sama teknis, melainkan juga penguatan ikatan antar bangsa yang memiliki akar sejarah serupa.
Tindak Lanjut: Target Kesepakatan Sedini Mungkin
Kedua pihak sepakat untuk bekerja sama mencapai kesepakatan formal dan mengimplementasikan berbagai inisiatif yang diusulkan sedini mungkin. Undangan resmi yang disampaikan Brian Yuliarto kepada mitranya dari Iran, berikut delegasi tingkat tinggi, menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia serius mempercepat realisasi kerja sama ini.
Langkah berikutnya yang dinantikan adalah kunjungan balasan delegasi Iran ke Jakarta. Dari pertemuan teknis ini, diharapkan lahir program konkret yang bisa diikuti langsung oleh perguruan tinggi di Indonesia, termasuk kampus-kampus di luar Jawa.