JAKARTA — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, meluruskan anggapan yang berkembang di media sosial bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) menghabiskan anggaran negara dan membuat program pemerintah lainnya tidak berjalan. Ia menegaskan berbagai sektor pembangunan tetap dikerjakan secara bersamaan.
"Saya gemas juga melihat komentar di media sosial seolah-olah MBG ini menghabiskan anggaran negara. Terus seolah-olah ini kurang, itu kurang. Padahal, program-program lain tetap dikerjakan," ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.
Pupuk Disubsidi dan Harga Diskon Meski Ada MBG
Sudaryono mencontohkan sektor pertanian yang kerap disebut paling terdampak. Menurutnya, persoalan ketersediaan pupuk sebenarnya sudah menjadi perhatian pemerintah jauh sebelum program MBG berjalan.
Setelah anggaran dialokasikan untuk MBG, pemerintah tetap berupaya mencukupi kebutuhan pupuk dan memberikan kebijakan harga yang lebih terjangkau. "Sudah ada anggaran yang dipakai untuk MBG, kemudian pupuk dicukupi, harganya didiskon. Dulu tidak ada MBG, banyak jaringan irigasi yang rusak. Sekarang ada MBG, tetap ada revitalisasi irigasi," kata dia.
Perbaikan Sekolah dan Kesejahteraan Guru Tetap Prioritas
Ia juga menyoroti infrastruktur pendidikan. Kerusakan sekolah yang terjadi saat ini, kata Sudaryono, bukan disebabkan oleh adanya program MBG. Persoalan itu sudah ada sejak lama dan kini pemerintah secara bertahap melakukan perbaikan dalam jumlah besar.
"Yang sekolah rusak itu dulu ke mana? Dulu tidak ada MBG, mestinya sekolah sudah bagus semua. Kan tidak. Sekarang ada MBG, sekolahnya juga diperbaiki pemerintah," ujarnya.
Selain perbaikan sarana pendidikan, perhatian terhadap kesejahteraan guru, termasuk peningkatan pendapatan guru honorer, tetap menjadi prioritas pemerintah.
Anggaran MBG Rp 268 Triliun dan Program Lain yang Tetap Jalan
Sudaryono mengakui alokasi untuk MBG memang tidak kecil, yakni sekitar Rp 268 triliun pada tahun ini. Namun, ia mengajak masyarakat melihat kebijakan pemerintah secara utuh dan tidak menyimpulkan bahwa anggaran MBG otomatis mengorbankan sektor lain.
"MBG memang mengambil dana yang tidak kecil. Rencana tahun ini sekitar Rp 268 triliun. Tetapi, yang lain-lain juga dikerjakan," kata Sudaryono.