GORONTALO — Ratusan pelajar SMA, SMK, dan MA di Provinsi Gorontalo bersaing ketat dalam seleksi, namun hanya 25 nama terbaik yang berhasil lolos dan kini mulai menjalani pemusatan diklat Paskibraka. Mereka akan bertugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada peringatan detik-detik proklamasi 17 Agustus mendatang.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Gorontalo, Nikson Entengo, menegaskan bahwa diklat ini dirancang lebih dari sekadar latihan fisik. Pembentukan karakter dan penanaman jiwa nasionalisme menjadi porsi penting dalam setiap tahapan pembinaan.
"Diharapkan calon Paskibraka mampu melaksanakan tugas kenegaraan secara optimal sekaligus menjadi teladan bagi generasi muda Gorontalo," ujar Nikson di Gorontalo, Senin (4/8).
Materi Pembinaan: Dari TNI, Polri, hingga Duta Pancasila
Selama masa pemusatan, para peserta tidak hanya berhadapan dengan instruktur lapangan. Mereka juga akan mendapat pembekalan dari berbagai unsur, mulai dari pelatih TNI, Polri, Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI), hingga pengurus Purna Paskibraka Indonesia (PPI) daerah.
Kolaborasi ini diharapkan mampu membekali peserta dengan kedisiplinan tinggi sekaligus pemahaman mendalam tentang nilai-nilai Pancasila. Pembinaan menyeluruh ini menjadi bekal penting sebelum mereka bertugas pada upacara puncak HUT Ke-81 RI yang mengusung tema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur".
Pesan Sekda: Manfaatkan Proses Latihan untuk Bentuk Karakter
Pemusatan diklat resmi dibuka Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Sofian Ibrahim, di El-Madinah Hotel, Kota Gorontalo, Sabtu (2/8). Dalam sambutannya, Sofian menitipkan pesan khusus kepada 25 peserta yang disebutnya sebagai putra-putri terbaik daerah.
"Kalian adalah putra putri terbaik Gorontalo. Manfaatkan setiap proses latihan untuk membentuk karakter, disiplin, jiwa kepemimpinan, dan semangat pengabdian kepada bangsa serta daerah," kata dia.
Para calon paskibraka ini dijadwalkan menjalani rangkaian diklat intensif hingga menjelang hari H peringatan kemerdekaan. Mereka akan terus diasah kemampuan fisik, mental, dan wawasannya agar mampu menjalankan tugas kenegaraan dengan optimal dan penuh tanggung jawab.