Pencarian

Menekraf Dorong Konsep Library-Cafe Buka Nilai Tambah Ekonomi Kreatif, Kuliner dan Penerbitan Saling Terhubung

Senin, 10 Agustus 2026 • 12:18:01 WIB
Menekraf Dorong Konsep Library-Cafe Buka Nilai Tambah Ekonomi Kreatif, Kuliner dan Penerbitan Saling Terhubung
Menteri Ekonomi Kreatif meninjau konsep perpaduan ruang baca dan kafe di AKC Library & Cafe, Jakarta.

JAKARTA — Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) tengah menggenjot inovasi model bisnis baru yang menggabungkan ruang baca dengan usaha kuliner. Konsep library-cafe disebut sebagai jawaban atas kebutuhan ruang publik yang tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga ruang bertemunya komunitas, gagasan, dan karya.

Teuku Riefky menegaskan integrasi kedua subsektor ini strategis untuk memperluas ekosistem ruang baca publik. Ia mencontohkan pembukaan AKC Library & Cafe di Jakarta sebagai implementasi nyata dari kolaborasi tersebut.

Kuliner Dominasi Ekraf, Penerbitan Tumbuh 3 Persen

Data Kemenekraf mencatat subsektor kuliner masih menjadi penyumbang terbesar terhadap ekonomi kreatif nasional dengan kontribusi 41,06 persen pada 2025 dan pertumbuhan 8,44 persen. Nilai ekspor kuliner periode Januari-April 2026 mencapai 0,28 miliar dolar AS.

Sementara itu, subsektor penerbitan menyumbang 5,35 persen terhadap ekonomi kreatif dengan pertumbuhan 3 persen. Ekspor penerbitan pada periode yang sama tercatat 4,47 juta dolar AS.

AKC Library & Cafe: Ruang Diskusi Global untuk Anak Muda

AKC Library & Cafe diinisiasi diplomat senior Indonesia, Dino Patti Djalal. Tempat ini mengusung konsep book club dan kafe kebijakan luar negeri pertama di Jakarta, menghadirkan koleksi buku nonfiksi hasil donasi para tokoh nasional dan diplomat.

“Visi saya benar-benar adalah ingin menjadikan tempat ini sebagai wadah bagi anak-anak muda untuk datang, berpikir, dan menulis. Mengingat ide membaca dan menulis adalah hal yang indah, kami hadir bukan untuk mencari uang, melainkan agar orang-orang bisa menemukan diri mereka di sini,” tutur Dino Patti Djalal.

Nama AKC diambil dari akronim nama ketiga anaknya, yakni Alexa, Keanu, dan Chloe. Ruang ini didesain tenang untuk membaca, menulis, berpikir, serta berdiskusi mengenai isu-isu global.

Menekraf: Ini Inkubator Kreativitas, Bukan Sekadar Kafe

Teuku Riefky menilai kehadiran tempat seperti AKC menjadi momentum membangun jejaring kemitraan global dan model kolaborasi donasi buku bagi pegiat literasi binaan Kemenekraf. Ia menyebut ruang tersebut dapat menjadi inkubator kreativitas bagi pelaku industri untuk bertukar gagasan.

“Kami berharap AKC Library & Cafe dapat menjadi inkubator kreativitas tempat para pelaku industri saling bertukar gagasan dan menciptakan karya nyata. Kementerian Ekraf akan terus mendukung inisiatif serupa demi memperluas akses masyarakat terhadap ruang edukasi yang berkualitas,” ujar Teuku Riefky.

Kemenekraf berharap model kolaborasi lintas subsektor ini dapat direplikasi di berbagai daerah. Langkah itu dinilai mampu menciptakan lebih banyak ruang kreatif sekaligus memperluas peluang usaha bagi pelaku ekonomi kreatif di Indonesia.

Follow www.kabargorontalo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: gorontalo.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks