GORONTALO — Jombang tidak hanya dikenal sebagai kota santri, tetapi juga menyimpan kekayaan kuliner yang tumbuh dari tradisi pesantren. Salah satunya adalah Warung Lele Bu Jujuk, yang berlokasi sekitar 300 meter dari kantor Yayasan PP Bahrul Ulum Tambakberas, tepat di samping gapura Desa Tambakrejo Vang IV. Warung sederhana ini telah menjadi bagian dari keseharian santri sejak pertama kali berdiri pada tahun 1980 oleh Siti Zulaikah atau yang akrab disapa Bu Jujuk.
Kini, generasi kedua keluarga, Ahmad Syafi'i (52), yang meneruskan resep rahasia sang ibu. Meski sudah berpuluh tahun berlalu, rasa lele bumbu rujak buatannya masih konsisten, menjadikannya primadona yang tak pernah pudar di kalangan santri dan dzuriyah (keturunan pengasuh pesantren).
Menu Khas dan Harga yang Bersahabat
Menu utama yang menjadi ikon warung ini adalah lele bumbu rujak. Berbeda dengan pecak atau penyet, bumbu rujak di sini menggunakan campuran cabai besar, bawang merah, bawang putih, kunyit, asam, dan tomat yang dimasak dengan air santan kental. Kombinasi ini menghasilkan tekstur saus yang gurih, pedas, dan medok di lidah.
- Lele Bumbu Rujak: Rp 12.000 per porsi, disajikan dengan nasi putih hangat dan irisan mentimun segar.
- Bali Ayam: Rp 12.000 per porsi, pilihan bagi yang ingin variasi selain ikan.
- Kare Ayam: Rp 12.000 per porsi, dengan kuah santan yang kaya rempah.
- Bali Telur: Rp 8.000 per porsi, opsi paling ekonomis untuk sarapan.
Pada hari biasa, warung ini menghabiskan 7-8 kilogram lele per hari dengan omzet sekitar Rp 1 juta. Namun, angka itu dipastikan akan melonjak drastis saat Muktamar NU berlangsung.
Jadwal Buka dan Momen Istimewa Muktamar NU
Warung Lele Bu Jujuk biasanya hanya beroperasi untuk melayani sarapan, yakni dari pukul 04.00 hingga 09.00 WIB. Namun, Syafi'i telah menyiapkan diri menyambut kedatangan ribuan alumni yang akan menghadiri Muktamar ke-35 NU di pesantren tersebut.
"Menyongsong Muktamar NU, ini saya menyediakan banyak lele bumbu rujak karena sudah banyak alumni yang memesan," ungkap Syafi'i saat ditemui pada Sabtu (01/08/2026). Ia menambahkan bahwa rombongan alumni dari Jakarta, Cirebon, dan Madura telah melakukan pemesanan awal. Khusus selama momen muktamar, warung ini akan buka hingga larut malam untuk melayani para tamu yang ingin bernostalgia.
Nostalgia di Balik Tembok Warung
Bagi para mantan santri, Warung Lele Bu Jujuk bukan sekadar tempat mengisi perut. Nur Hasan (52), pengurus Ikatan Keluarga Alumni PP Bahrul Ulum Tambakberas (IKABU), mengenang masa-masa nyantri di tahun 1987 silam. Saat itu, harga seporsi lele bumbu rujak masih Rp 500.
Hasan bahkan bercerita, dahulu terdapat MTs Tambakberas yang berdiri tepat di samping warung. "Dulu tahun 1997 itu di samping Warung Bu Jujuk ini ada MTs Tambakberas. Nah saya kalau beli itu lewat lubang di tembok ini, tembok warung ini," kenangnya sambil tertawa. Kenangan semacam inilah yang membuat para alumni selalu mampir setiap kali kembali ke Tambakberas.
"Warung Bu Jujuk ini andalannya para santri dan dzuriyah Tambakberas. Kalau pengen lele, ya lele Bu Jujuk ini. Rasanya tidak berubah sejak awal," ujar Hasan.
Cara Menuju Lokasi dan Tips Berkunjung
Warung Lele Bu Jujuk berada di kawasan kompleks PP Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Bagi Anda yang datang dari luar kota, lokasi ini dapat diakses dengan mudah dari pusat Kota Jombang dengan kendaraan pribadi atau ojek online. Cukup arahkan kendaraan menuju Desa Tambakrejo dan cari gapura utama menuju pesantren; warung ini terletak tepat di sampingnya.
Untuk pengalaman terbaik, datanglah saat pagi hari sebelum pukul 09.00 WIB agar tidak kehabisan stok lele. Namun, jika kunjungan Anda bertepatan dengan momen Muktamar NU pada akhir Agustus 2026, Anda bisa menikmati sajian ini hingga malam hari. Bagi Anda yang ingin bernostalgia atau sekadar mencicipi kuliner khas pesantren yang autentik, sempatkan mampir ke warung legendaris ini untuk merasakan kehangatan sejarah dalam setiap suapan.