GORONTALO — Penguatan IHSG terjadi di tengah arah pergerakan indeks saham unggulan yang justru bervariasi. Indeks LQ45 melemah 0,29% ke level 633, IDX30 turun 0,39% ke 355, dan JII melemah 0,09% ke 378. Kondisi ini mengindikasikan tekanan lebih besar pada saham-saham berkapitalisasi besar, sementara penguatan indeks utama lebih ditopang oleh pergerakan saham lapis kedua dan ketiga.
Pada pembukaan perdagangan, tercatat 297 saham berada di zona hijau, 153 saham melemah, dan 513 saham lainnya stagnan. Nilai transaksi awal mencapai Rp516 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 1,1 miliar lembar saham.
Dari sisi sektoral, enam sektor berhasil mencatatkan penguatan, dipimpin oleh sektor energi, konsumer non siklikal, dan bahan baku. Sektor properti, teknologi, serta infrastruktur juga turut berada di zona hijau pada pembukaan pagi ini.
Sebaliknya, lima sektor lainnya bergerak melemah. Sektor keuangan dan transportasi menjadi penekan utama, diikuti oleh sektor konsumer siklikal, industri, serta kesehatan yang kompak turun pada awal sesi.
Di sisi saham individual, PT Tembaga Mulia Semanan Tbk (TBMS), PT Mega Perintis Tbk (ZONE), dan PT Megapolitan Developments Tbk (EMDE) memimpin daftar top gainers. Sementara itu, posisi top losers ditempati oleh PT Bach Multi Global Tbk (BACH), Pinnacle Persada Investama, dan PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA).
Banyaknya saham yang stagnan pada pembukaan menunjukkan pelaku pasar cenderung menunggu kepastian arah pergerakan. Volume transaksi yang relatif tipis di awal sesi juga mengindikasikan belum ada katalis baru yang mampu mendorong aksi beli maupun jual secara signifikan.
Investasi mengandung risiko. Selalu lakukan analisis mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.