WASHINGTON — Militer Amerika Serikat dilaporkan tengah memutar otak mencari pendekatan baru yang tidak lazim untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran. Upaya ini berjalan di tengah dorongan Gedung Putih untuk mencapai kesepakatan dengan Teheran, sekaligus mengakui bahwa serangan udara semata memiliki dampak yang terbatas.
Laporan CNN yang mengutip sumber di Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebutkan, militer AS sedang mempertimbangkan berbagai pendekatan untuk menekan lawannya. "Kami sedang mencari cara-cara baru, kreatif, dan tidak konvensional untuk menekan dan menghukum Iran," demikian isi pesan seorang pejabat intelijen CENTCOM yang dikutip CNN.
Sumber lain mengungkapkan, CENTCOM sedang meninjau seluruh opsi yang tersedia sambil mengevaluasi kembali strategi yang selama ini diterapkan. Pencarian cara baru ini tidak lepas dari peringatan keras Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, yang menyoroti menipisnya persediaan rudal pencegat pertahanan udara.
Jenderal Caine sebelumnya telah memperingatkan Presiden Donald Trump mengenai kondisi tersebut, yang dinilai dapat menimbulkan risiko serius terhadap keamanan nasional. "Pada akhirnya, POTUS (Presiden AS Donald Trump) menginginkan sebuah kesepakatan sehingga ia akan terus mencari cara untuk bersikap tegas sekaligus keluar dari situasi ini," kata sumber tersebut.
Kebuntuan strategi ini diperkuat oleh kesimpulan Badan Intelijen Pusat AS (CIA) dan intelijen militer negara itu. Menurut laporan CNN, kedua lembaga tersebut menilai bahwa serangan terhadap Iran tidak akan mengubah posisi Teheran dalam perundingan.
Pada Minggu, Trump mengungkapkan bahwa Washington telah membatalkan rencana serangan terhadap Iran pada akhir pekan lalu, tetapi tetap siap melancarkan operasi militer kapan saja. Meski demikian, ia menyebut perundingan bilateral dijadwalkan berlangsung pada 3 Agustus, tanpa memberikan rincian lebih lanjut mengenai agenda pembicaraan tersebut.