GORONTALO — Jajaran Polda Gorontalo tidak hanya menyiapkan personel untuk pemadaman api. Kapolda Widodo mengingatkan bahwa dampak beruntun dari kemarau panjang bisa memicu gangguan ketahanan pangan dan gejolak sosial di masyarakat.
"Kita jangan merasa tidak punya lahan gambut atau hutan yang bisa terbakar seperti di wilayah lain, buktinya dalam beberapa hari terakhir sudah banyak titik api yang muncul di wilayah Gorontalo," kata Widodo di Gorontalo, Senin.
Pengecekan langsung dilakukan terhadap kesiapan kendaraan, peralatan pemadam, hingga dapur lapangan dan alat pembersih air. Dari hasil pemeriksaan, seluruh peralatan dipastikan berfungsi dengan baik untuk dioperasikan dalam situasi darurat.
Polda Gorontalo juga telah menyiapkan cadangan air bersih yang akan didistribusikan kepada warga yang mengalami kekeringan. Hal ini menjadi antisipasi dini atas potensi krisis air yang kerap melanda sejumlah wilayah saat puncak kemarau.
Direktorat Binmas Polda Gorontalo dikerahkan melakukan safari pembinaan masyarakat. Langkah ini bertujuan memberikan edukasi mitigasi El Nino sekaligus mencegah potensi peningkatan angka kriminalitas akibat kelangkaan bahan pokok.
Kapolda mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tidak membakar lahan maupun sampah sembarangan. Kondisi cuaca panas disertai angin kencang dinilai dapat memperluas kobaran api dengan cepat.
"Kami mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah sembarangan. Mengingat kondisi cuaca saat ini sangat panas disertai angin kencang yang dapat mempermudah perluasan kobaran api. Mari kita jaga alam dan lingkungan kita," imbuhnya.
Personel yang telah memegang surat perintah tersebut dipastikan dapat bertambah sesuai dinamika kebutuhan di lapangan. Jajaran Polda Gorontalo juga telah menempatkan personel di wilayah-wilayah yang dinilai rawan terjadi kebakaran.
Kesiapsiagaan ini menjadi peringatan dini bagi warga Gorontalo untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi kering yang diperkirakan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.