GORONTALO — Pemerintah Provinsi Gorontalo memastikan alokasi dana penanggulangan bencana senilai Rp97 miliar dari BNPB memasuki tahap finalisasi administrasi. Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyebut proses pencairan ditargetkan rampung sebelum bulan ini berakhir.
"Pertemuan tadi mengonfirmasi kembali usulan yang pernah kami ajukan ke BNPB terkait dengan kejadian bencana di Provinsi Gorontalo. Sudah ada konfirmasi dari Kepala BNPB untuk segera dilaksanakan," kata Gusnar dalam keterangan yang diterima di Gorontalo, Selasa.
Salah satu lokasi yang menjadi prioritas adalah Desa Harapan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo. Gubernur mengaku telah meninjau langsung lokasi tersebut beberapa hari sebelum bertemu Kepala BNPB untuk memastikan skala kerusakan yang dialami warga.
Selain Boalemo, usulan Pemprov Gorontalo juga mencakup pembangunan dua jembatan, dua talud, dan dua tanggul. Infrastruktur tersebut tersebar di Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo, dan Kota Gorontalo.
Gusnar menjelaskan, BNPB telah melakukan perencanaan keuangan atas usulan yang diajukan Pemprov Gorontalo pada Agustus 2026. Sejumlah dokumen administrasi terkait pencairan masih harus diselesaikan sebelum pelaksanaan teknis di lapangan dimulai.
"Direncanakan Agustus akhir sudah bisa kita laksanakan," ujarnya.
Dalam audiensi itu, Gubernur Gusnar didampingi Kepala BPBD Provinsi Gorontalo Rusli W. Nusi dan Kepala BPBD Boalemo Roslina Karim. Sementara dari BNPB turut hadir Sekretaris Utama BNPB Rustian serta sejumlah pejabat Eselon I.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah mempercepat pemulihan infrastruktur publik pascabencana di wilayah Gorontalo. Realisasi anggaran di akhir bulan diharapkan langsung diikuti pengerjaan fisik oleh instansi terkait di daerah.