Pencarian

Veda dan Mario Pede di MotoGP Mandalika, Ini Strategi Mereka

Selasa, 06 Oktober 2026 • 10:20:31 WIB
Veda dan Mario Pede di MotoGP Mandalika, Ini Strategi Mereka
Pembalap Honda Team Asia, Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji, bersiap menghadapi balapan kandang di Sirkuit Mandalika, 9–11 Oktober 2026.

GORONTALO — Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji menyiapkan strategi khusus jelang balapan kandang di Sirkuit Mandalika, 9–11 Oktober 2026. Keduanya membela Honda Team Asia di kelas Moto3 dan Moto2, dengan target mengamankan poin di hadapan publik sendiri.

Persiapan teknis dan mental jadi dua hal yang paling disorot. Veda baru menjalani musim penuh pertamanya di Moto3, sementara Mario sudah lebih lama beradaptasi dengan kelas Moto2 yang dikenal lebih kompetitif.

Adaptasi Lintasan Sejak Libur Musim Panas

Keduanya memanfaatkan jeda musim panas untuk latihan khusus di Mandalika. Veda menyebut pengenalan ritme dan jalur balap jadi modal utama bagi pembalap yang baru menjalani musim penuh di Moto3.

"Mengenal karakter trek dengan motor berspesifikasi Moto3 tentu bukan hal mudah. Bagi Saya yang baru menjalani full musim di kelas Moto3, pengenalan ritme dan racing line di Mandalika menjadi modal krusial," ujar Veda.

Karakter Sirkuit Mandalika dinilai berbeda dari kebanyakan sirkuit dunia. Trek ini menuntut pembalap mengambil jalur balap yang nyaris sempurna di setiap lap, sehingga kesalahan kecil bisa berujung pada kehilangan waktu.

Bagi Mario, sesi latihan hari pertama jadi momen penting untuk menyelaraskan setup motor. Ia juga memanfaatkannya untuk berdiskusi mendalam dengan para teknisi soal setelan sasis dan elektronik.

"Terutama untuk menemukan setelan sasis dan elektronik terbaik. Karakter aspal Mandalika yang dinamis menuntut ketepatan tinggi dalam pengereman dan pemilihan gigi," ujar Mario Aji.

Menepis Tekanan di Balapan Kandang

Tampil di depan ribuan pendukung sendiri bisa jadi pisau bermata dua. Dukungan besar berpotensi menjadi suntikan motivasi, tapi juga bisa memicu tekanan mental yang berat.

Veda memilih tidak membebani diri secara berlebihan. Sebagai pembalap rookie, ia menargetkan bisa menikmati setiap sesi, menyerap pengalaman, dan mengamankan poin sebanyak mungkin.

Pendekatan mental yang lebih tenang ini diyakini efektif meredam demam panggung. Kesalahan fatal saat balapan biasanya muncul ketika pembalap terlalu memaksakan diri di depan pendukung sendiri.

Fisik Prima dan Sentuhan Atribut Lokal

Kesiapan fisik tetap jadi prioritas. Mario menjaga kebugaran secara ketat mengingat kerasnya persaingan di Moto2 yang menuntut kekuatan prima sepanjang balapan.

Semangat nasionalisme kedua pembalap juga terlihat dari atribut yang mereka kenakan. Desain helm berornamen khas Nusantara dan dukungan merek lokal menghiasi perlengkapan balap mereka, menambah motivasi emosional untuk berprestasi di rumah sendiri.

Balapan di Mandalika menjadi ujian tersendiri bagi Veda dan Mario. Bagi Veda, ini kesempatan mengukur perkembangan di musim perdananya. Bagi Mario, ini momentum membuktikan diri di kelas yang lebih ketat. Keduanya punya alasan kuat untuk tampil maksimal di depan publik Indonesia.

Follow www.kabargorontalo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: medcom.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks