Pencarian

BMKG Gorontalo Sebut Asap Karhutla Selimuti Langit, Sejumlah Hotspot Belum Padam

Minggu, 04 Oktober 2026 • 12:46:01 WIB
BMKG Gorontalo Sebut Asap Karhutla Selimuti Langit, Sejumlah Hotspot Belum Padam
Langit Gorontalo diselimuti asap dari kebakaran hutan dan lahan yang titik apinya belum padam.

GORONTALO — Forecaster BMKG Gorontalo menyatakan kondisi atmosfer di wilayah itu dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi asap dari kebakaran hutan dan lahan di sejumlah titik. Hasil pemantauan menunjukkan masih ada hotspot atau titik api yang belum padam.

Asap dari titik-titik panas itu berpotensi membuat jarak pandang dan kondisi langit di sejumlah wilayah Gorontalo memburuk. BMKG menilai cuaca pada periode musim kemarau ikut mendukung meluasnya kebakaran.

Warga Menduga Asap Kiriman dari Kalimantan

Seorang warga, Ismawati, mengaku sempat mendengar informasi bahwa kabut asap di Gorontalo berasal dari Kalimantan akibat karhutla yang cukup besar di sana. Meski begitu, ia menduga asap yang menyelimuti langit Gorontalo lebih berkaitan dengan kebakaran di wilayah sendiri.

"Saya mendengar kabarnya asap ini berasal dari Kalimantan karena kebakaran hutan yang cukup hebat. Tetapi saya juga melihat kemungkinan asap ini berasal dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Gorontalo," ujar Ismawati.

Hotspot Belum Padam, Jarak Pandang Berpotensi Turun

BMKG Gorontalo menegaskan asap yang memengaruhi kondisi atmosfer berasal dari titik api yang masih terpantau aktif. Titik-titik panas itu belum sepenuhnya padam sehingga asap terus terbawa ke udara.

"Dari hasil pemantauan, masih terdapat beberapa hotspot atau titik api yang belum padam di sejumlah wilayah. Kondisi ini dapat menimbulkan asap yang kemudian memengaruhi kondisi atmosfer," jelas Forecaster BMKG Gorontalo.

Dampaknya terasa pada kondisi langit yang tampak berkabut dan diselimuti asap. Jarak pandang di sejumlah wilayah pun dinilai kurang baik.

BMKG Imbau Warga Berhenti Membakar Lahan

BMKG mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan, terutama saat cuaca berpotensi mendukung perluasan kebakaran. Pembakaran lahan disebut bisa memicu kebakaran lebih luas dan berdampak pada lingkungan serta aktivitas warga.

"Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran lahan dan hutan, karena dapat memicu kebakaran yang lebih luas dan menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun aktivitas masyarakat," tambahnya.

Gorontalo saat ini masih berada pada periode musim kemarau. BMKG meminta warga waspada terhadap dampak kekeringan, termasuk karhutla yang berpotensi kembali muncul selama cuaca kering berlanjut.

Follow www.kabargorontalo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks