GORONTALO — RS Mardi Rahayu memasang PLTS Atap berkapasitas 416 kWp melalui kerja sama dengan Solar Radiance, dengan seluruh proses instalasi berjalan tanpa mengganggu pelayanan rumah sakit yang beroperasi 24 jam. Proyek ini mencatat 9.405 work manhour tanpa satu pun kecelakaan kerja. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi efisiensi energi sekaligus pengembangan konsep Green Hospital.
Paragraf pembuka: Pemasangan panel surya di atap rumah sakit bukan pekerjaan biasa. Pekerjaan konstruksi harus berjalan sambil ruang operasi, IGD, dan rawat inap tetap melayani pasien tanpa henti. Solar Radiance menangani proyek ini sejak tahap perencanaan, instalasi, hingga commissioning, dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan kebutuhan teknis RS Mardi Rahayu.
Nol Kecelakaan di Tengah Aktivitas Rumah Sakit
Solar Radiance mencatat 9.405 work manhour dengan tingkat zero accident 100 persen. Head of Business Development Solar Radiance, Billy Jayadi, menyebut angka itu lahir dari disiplin dan perencanaan matang, bukan kebetulan.
"Bagi Solar Radiance, pencapaian 9.405 work manhour dengan 100% zero accident menunjukkan pentingnya disiplin dan perencanaan dalam menjalankan proyek," ujar Billy, dikutip Jumat (2/10/2026).
Menurut Billy, risiko pekerjaan meningkat ketika lokasinya berada di lingkungan rumah sakit yang tidak pernah tidur. Keselamatan pekerja dan kelangsungan layanan pasien harus dijaga bersamaan.
"Terlebih di lingkungan rumah sakit yang beroperasi 24 jam. Kami percaya keselamatan dan keberlangsungan operasional pelanggan harus menjadi bagian dari setiap tahapan proyek. Pencapaian ini juga menjadi fondasi bagi kami untuk membangun kemitraan jangka panjang dengan RS Mardi Rahayu," katanya.
Efisiensi Energi untuk Mutu Pelayanan
Bagi RS Mardi Rahayu, PLTS Atap bukan sekadar simbol penggunaan energi terbarukan. Efisiensi energi dipandang sebagai cara menjaga keberlangsungan operasional agar sumber daya bisa dialihkan untuk peningkatan mutu pelayanan.
"Efisiensi energi membantu menjaga keberlangsungan operasional rumah sakit, sehingga sumber daya dapat lebih optimal diarahkan untuk meningkatkan mutu pelayanan. Bagi kami, menjaga kesehatan manusia juga harus berjalan seiring dengan menjaga kesehatan lingkungan," ujar Dr. Pujianto.
Rumah sakit menilai pemanfaatan energi surya sejalan dengan konsep Green Hospital, yakni pengembangan fasilitas kesehatan yang memperhatikan efisiensi sumber daya dan dampak lingkungan.
Tahap Kedua Siap Menyusul
Pengembangan energi surya di RS Mardi Rahayu tidak berhenti di atap yang sudah terpasang. Rumah sakit tengah menyiapkan proyek PLTS tahap kedua di gedung parkir dan gedung rawat inap Betania yang masih dalam proses pembangunan.
"Kerjasama PLTS antara RS Mardi Rahayu dan Solar Radiance terus berlanjut, saat ini kami sedang merencanakan proyek PLTS tahap kedua di gedung parkir dan gedung rawat inap Betania yang masih dalam tahap pembangunan," ujar Pujianto.
Pujianto berharap PLTS ini memberi manfaat efisiensi energi dan ekonomi dalam jangka panjang, sekaligus membuka jalan bagi inovasi berkelanjutan lain di lingkungan rumah sakit.
Penutup: Pemanfaatan energi surya di sektor kesehatan mulai bergeser dari sekadar wacana menjadi bagian pengelolaan operasional jangka panjang. Bagi rumah sakit yang beroperasi 24 jam, kombinasi efisiensi biaya energi dan pengurangan dampak lingkungan menjadi pertimbangan yang semakin sulit diabaikan.