Pencarian

Komisi IV DPR Pastikan Stok Beras Aman, Produksi Gabah Capai 43,89 Juta Ton

Jumat, 02 Oktober 2026 • 12:50:31 WIB
Komisi IV DPR Pastikan Stok Beras Aman, Produksi Gabah Capai 43,89 Juta Ton
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi meninjau Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, untuk memverifikasi ketersediaan stok beras nasional.

GORONTALO — Komisi IV DPR RI memastikan pasokan beras nasional dalam kondisi aman tanpa ketergantungan impor, setelah meninjau langsung Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta. Kepastian itu bersandar pada produksi gabah kering giling yang menembus 43,89 juta ton hingga Agustus 2026 dan cadangan beras nasional di kisaran 4,8 juta ton.

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi, yang dikenal sebagai Titiek Soeharto, menyatakan pasokan dari sentra produksi Jawa Barat hingga Jawa Tengah tersedia melimpah dengan harga pasar yang terkendali. Peninjauan ke PIBC dilakukan untuk memverifikasi langsung kondisi stok di lapangan, bukan sekadar menerima laporan tertulis.

"Kami hadir di sini untuk memastikan stok beras cukup, ada, aman, dan harganya juga stabil serta terjaga untuk masyarakat," ujar Titiek dalam keterangan tertulisnya, Jumat (2/10/2026).

Produksi Gabah Naik, Beras Konsumsi Ikut Meningkat

Badan Pusat Statistik mencatat produksi gabah kering giling hingga Agustus 2026 mencapai 43,89 juta ton. Angka itu sejalan dengan kenaikan produksi beras untuk konsumsi masyarakat yang menyentuh 25,29 juta ton.

Titiek menilai capaian tersebut menegaskan kemandirian pangan Indonesia. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan pokok kini tidak lagi bergantung pada skema impor.

"Yang penting kita ini tidak impor lagi. Semuanya sudah diproduksi dalam negeri," kata Titiek.

Ia berharap tren positif ini berdampak langsung pada kesejahteraan petani di berbagai daerah, bukan hanya pada ketersediaan stok di pasar induk.

Pompa dan Pengelolaan Air Jadi Andalan Hadapi Cuaca Ekstrem

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut produktivitas yang terjaga merupakan hasil intervensi berkelanjutan pemerintah. Penguatan sarana produksi dan optimalisasi pengelolaan air terus dipacu untuk mengantisipasi tantangan cuaca ekstrem.

"Kami turun, pasang pompa-pompa, kita tidak boleh menyerah. Kita tidak boleh membiarkan petani jalan sendiri, kita harus turun tangan," tegas Amran.

Pendampingan intensif di lapangan disebut menjadi bagian dari komitmen menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.

Bulog Pasok 507 Ton Beras Premium per Hari

Kepala Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menepis isu kelangkaan beras yang sempat beredar. Berdasarkan pantauan langsung, pasokan bahan pokok di PIBC tersedia dalam jumlah memadai.

Bulog menyiapkan beras premium untuk seluruh Indonesia sekitar 507 ton per hari. Jumlah itu baru sekitar 10 persen dari kebutuhan nasional, sementara 90 persen sisanya disuplai pihak swasta.

"Bulog per hari menyiapkan beras premium seluruh Indonesia lebih kurang 507 ton per hari. Ini baru sekitar 10 persen dari kebutuhan nasional, sisanya 90 persen didukung dan disuplai oleh teman-teman pihak swasta," jelas Rizal.

Selain beras premium, Bulog rutin menyalurkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga 4.000 ton setiap hari. Program itu menjadi instrumen pemerintah untuk meredam gejolak harga di tingkat konsumen.

Cadangan 4,8 Juta Ton Jadi Bantalan Harga

Sinergi lintas sektor membuat cadangan beras nasional bertahan di kisaran aman 4,8 juta ton. Besaran cadangan itu dinilai krusial untuk menahan potensi fluktuasi harga di pasaran.

Bagi pelaku pasar, kombinasi produksi yang naik, cadangan yang tebal, dan pasokan harian dari Bulog maupun swasta mengurangi risiko lonjakan harga menjelang periode permintaan tinggi. Ketergantungan pada impor juga tidak lagi menjadi variabel utama dalam perhitungan biaya pokok.

Follow www.kabargorontalo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks