Pencarian

Wagub Gorontalo Dorong Tiliaya Jadi Produk UMKM, Edukasi Kearifan Lokal Dimulai dari TK

Kamis, 01 Oktober 2026 • 17:08:31 WIB
Wagub Gorontalo Dorong Tiliaya Jadi Produk UMKM, Edukasi Kearifan Lokal Dimulai dari TK
Wagub Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie membuka edukasi kearifan lokal di TK Dumhil UNG.

Pemerintah Provinsi Gorontalo mendorong kuliner tradisional tiliaya agar tidak hanya bertahan sebagai tradisi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi UMKM daerah. Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menyampaikan hal itu saat membuka edukasi kearifan lokal dan pembagian tiliaya kepada anak-anak TK Dumhil Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Edukasi tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Dinas PPPA-PMD Provinsi Gorontalo dan Fakultas Ilmu Sosial UNG.

GORONTALO — Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menegaskan bahwa makanan tradisional seperti tiliaya punya dua nilai sekaligus: warisan budaya dan peluang usaha. Karena itu, pengenalan kepada generasi muda dinilai menjadi kunci agar permintaan terhadap produk pangan lokal tetap berjalan.

"Ini merupakan salah satu makanan kearifan lokal yang harus kita kenalkan kepada anak-anak sejak dini," ujar Idah saat membuka kegiatan di TK Dumhil UNG.

Mengapa Tiliaya Perlu Dikenalkan Sejak Dini

Menurut Idah, pengenalan kuliner tradisional kepada anak-anak bukan sekadar kegiatan seremonial. Permintaan terhadap produk pangan lokal akan terus hidup jika generasi muda mengenal dan mengonsumsinya.

Dari situ, peluang pengembangan usaha bagi masyarakat sekitar ikut terbuka. Pelaku UMKM bisa menjadikan tiliaya sebagai produk yang punya pasar tetap, bukan hanya sajian musiman di acara adat.

"Ini kita perkenalkan lagi kepada anak-anak bangsa kita agar kearifan lokal, makanan Gorontalo ini tidak punah," katanya.

Tiliaya, Hidangan yang Melekat pada Tradisi Gorontalo

Tiliaya berbahan dasar telur dan gula aren dengan tekstur lembut menyerupai puding. Makanan ini memiliki keterkaitan erat dengan berbagai tradisi masyarakat Gorontalo sehingga keberadaannya telah menjadi bagian dari kehidupan sosial dan budaya setempat.

Hidangan ini antara lain disajikan dalam tradisi doa arwah atau haul, acara adat pernikahan, penyambutan tamu kehormatan, serta menjadi menu saat sahur pada awal Ramadan.

Pelestarian Kuliner Harus Berjalan Beriringan dengan Pengembangan UMKM

Idah menekankan bahwa pelestarian kuliner tradisional perlu berjalan beriringan dengan pengembangan UMKM. Makanan khas daerah tidak cukup hanya bertahan sebagai bagian dari tradisi, tetapi juga harus memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

Pemprov Gorontalo sebelumnya juga mendorong pelaku UMKM mengembangkan kuliner tradisional melalui berbagai kegiatan pemerintah dan nonpemerintah. Salah satu bentuknya adalah penyediaan ruang pemasaran bagi produk lokal.

Upaya tersebut sejalan dengan kebijakan Pemprov Gorontalo yang mendorong produk lokal memiliki akses pasar lebih luas. Caranya melalui promosi, pengembangan kualitas, inovasi, dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Kerja Sama dengan UNG untuk Edukasi Kearifan Lokal

Dalam kegiatan di TK Dumhil UNG tersebut, edukasi tiliaya dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PPPA-PMD) Provinsi Gorontalo dengan Fakultas Ilmu Sosial UNG.

Kerja sama itu mencakup edukasi kearifan lokal makanan tiliaya. Langkah ini memperluas pengenalan kuliner tradisional dari lingkungan keluarga ke ruang pendidikan, termasuk jenjang usia dini.

Follow www.kabargorontalo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: gorontalo.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks