Pencarian

Gubernur Gorontalo Bawa Jalan Tulabolo–Pinogu ke Bappenas, Tiga Dokumen Teknis Disiapkan

Rabu, 30 September 2026 • 15:16:02 WIB
Gubernur Gorontalo Bawa Jalan Tulabolo–Pinogu ke Bappenas, Tiga Dokumen Teknis Disiapkan
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menemui Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy di Jakarta untuk membahas rencana pembangunan akses jalan Tulabolo–Pinogu.

GORONTALO — Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bergerak cepat setelah kembali dari Pinogu. Ia langsung bertolak ke Jakarta menemui Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy untuk membahas rencana pembangunan akses jalan Tulabolo–Pinogu.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal mendorong pembukaan ruas jalan menuju Kecamatan Pinogu. Wilayah itu selama bertahun-tahun menghadapi persoalan keterisolasian karena akses jalan yang sempit dan terbatas.

Dukungan Bappenas: Mulai dari Tahap Perencanaan

Menurut Gusnar, pemerintah pusat menyambut baik rencana tersebut. Menteri PPN/Bappenas disebut memberikan dukungan agar akses jalan Pinogu dapat dibuka dan dibangun.

"Pada prinsipnya bapak menteri setuju dan mendukung agar akses jalan Pinogu ini dibuka dan dibangun. Kita mulai dari tahap perencanaan," ujar Gusnar.

Usai pertemuan dengan Menteri PPN/Bappenas, pembahasan teknis langsung ditindaklanjuti bersama Deputi Infrastruktur Abdul Malik Sadat Idris.

Tiga Dokumen Teknis Jadi Syarat Pengusulan

Pemerintah Provinsi Gorontalo diminta menyiapkan sejumlah dokumen teknis sebagai dasar pengusulan pembangunan. Dokumen yang diminta meliputi Feasibility Study (FS), Detail Engineering Design (DED), dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

Ketiga dokumen itu dinilai penting karena pembangunan akses menuju Pinogu tidak hanya berhadapan dengan persoalan teknis konstruksi. Aspek lingkungan dan status kawasan juga menjadi pertimbangan utama.

Gusnar juga telah menugaskan Sekretaris Daerah bersama sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah untuk membahas lebih jauh aspek teknis pembangunan akses tersebut.

Jalur Melintasi Kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

Gusnar mengakui pembangunan akses menuju Pinogu bukan perkara sederhana. Salah satu tantangan terbesar adalah jalur yang harus melintasi kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW).

Status kawasan konservasi tersebut membuat pembangunan infrastruktur membutuhkan proses perencanaan dan kajian lebih kompleks. Prosedurnya berbeda dibandingkan pembangunan jalan pada wilayah biasa.

Kondisi itu pula yang selama ini menjadi salah satu persoalan dalam membuka akses transportasi menuju Pinogu.

Keterisolasian Warga Pinogu dan Harapan Konektivitas

Keterbatasan akses membuat masyarakat Pinogu menghadapi kondisi keterisolasian selama bertahun-tahun. Akses jalan yang ada hanya berupa jalur sempit dengan kapasitas terbatas.

Bagi warga Pinogu, persoalannya bukan sekadar pembangunan ruas jalan baru. Akses tersebut menyangkut konektivitas, mobilitas warga, distribusi kebutuhan pokok, hingga pelayanan publik.

Peluang ekonomi masyarakat juga terhambat karena keterbatasan akses yang sama. Distribusi barang dan pergerakan orang dari dan menuju kecamatan itu bergantung pada jalur yang tersedia.

Pemprov Gorontalo kini memiliki pekerjaan rumah untuk membuktikan keseriusan tersebut melalui dokumen perencanaan yang matang dan dapat dipertanggungjawabkan.

Jika tahapan itu selesai, rencana membuka akses Pinogu memiliki dasar lebih kuat untuk diperjuangkan dalam proses pembangunan dan penganggaran pemerintah.

Follow www.kabargorontalo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suaranet.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks