GORONTALO — Trainset LRT Jabodebek nomor 29 (TS 29) mengalami gangguan pada Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 07.10 WIB dan memicu keterlambatan 2-6 menit pada sejumlah perjalanan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengalihkan penumpang yang berada di dalam rangkaian tersebut ke perjalanan berikutnya di Stasiun Cawang.
Paragraf pembuka: Manajemen LRT Jabodebek menyatakan perjalanan kereta kini sudah kembali normal setelah petugas menangani rangkaian bermasalah tersebut. Insiden terjadi pada jam sibuk pagi, saat volume penumpang harian mencapai titik tertinggi. Pengguna yang terdampak langsung diarahkan turun dan melanjutkan perjalanan dengan kereta berikutnya.
Kronologi Gangguan TS 29
Gangguan pada TS 29 terdeteksi sekitar pukul 07.10 WIB. Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan bahwa dampaknya menjalar ke perjalanan lain berupa keterlambatan 2 hingga 6 menit.
Petugas langsung melakukan penanganan terhadap sarana yang bermasalah. Aspek keselamatan dan keandalan perjalanan disebut tetap menjadi prioritas selama proses evakuasi maupun perbaikan.
"Keselamatan dan keamanan pengguna tetap menjadi prioritas utama," kata Radhitya dalam keterangan tertulis.
Penumpang Dialihkan ke Kereta Berikutnya
Penumpang yang berada di dalam rangkaian TS 29 dialihkan ke perjalanan LRT Jabodebek berikutnya di Stasiun Cawang. Langkah itu diambil agar pengguna bisa melanjutkan perjalanan tanpa menunggu perbaikan rangkaian selesai.
Stasiun Cawang sendiri merupakan salah satu simpul tersibuk LRT Jabodebek. Di sana jalur menuju Dukuh Atas, Jatimulya, dan Bekasi saling terhubung, sehingga pengalihan penumpang bisa dilakukan relatif cepat.
Radhitya mengakui gangguan ini merugikan pengguna, terutama mereka yang bepergian pada pagi hari. "Kami memahami bahwa kejadian ini sangat mengganggu perjalanan para pengguna, khususnya pada waktu pagi ketika aktivitas cukup tinggi," ujarnya.
Permohonan Maaf dan Penanganan Sarana
PT KAI menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna LRT Jabodebek atas ketidaknyamanan yang timbul. Perusahaan juga memastikan petugas masih melakukan pemeriksaan menyeluruh pada sarana yang mengalami gangguan.
Pemeriksaan itu mencakup aspek keselamatan dan keandalan perjalanan. Tujuannya agar rangkaian yang sama tidak kembali bermasalah saat dioperasikan pada jam-jam sibuk berikutnya.
LRT Jabodebek melayani rute Dukuh Atas hingga Jatimulya dengan sejumlah stasiun antara, termasuk Cawang, Halim, dan Bekasi Barat. Ketersediaan rangkaian yang prima menjadi kunci menjaga ketepatan waktu di jalur yang padat ini.
Penutup: Gangguan TS 29 menambah daftar insiden teknis yang pernah dialami LRT Jabodebek sejak beroperasi. Bagi penumpang, kejadian pada jam sibuk pagi seperti ini berdampak langsung pada jadwal kerja dan aktivitas harian mereka.