JAKARTA — Robert Ronny menyampaikan hal itu saat konferensi pers "Kuasa Gelap: Perjanjian Darah" di Jakarta, Senin. Ia menilai penonton perlu melihat sosok yang belum dikenal agar rasa takut yang muncul tidak terbaca sebagai akting semata.
"Saya tuh selalu bilang bahwa kita harus mencari siapa pun yang jadi kerasukan itu harus pemain baru," kata Robert.
Alasan di Balik Kriteria Wajah Baru
Jika karakter kerasukan diperankan aktor terkenal, Robert menilai penonton tidak sepenuhnya merasakan bahaya yang dialami tokoh. Penonton bisa langsung mengenali aktornya dan kehilangan rasa takut.
"Jatuhnya, 'oh, itu kan aktor A lagi akting kesurupan, begitu. Enggak terasa bahaya atau takutannya itu riil," kata Ronny.
Sebaliknya, ia meyakini bahwa aktor yang belum banyak dikenal namun mampu berakting bisa menaikkan level teror ke tingkat yang lebih meyakinkan. Kriteria inilah yang membuatnya menggaet Lea Ciarachel sebagai pemeran Kayla di film pertama yang disutradarai Bobby Prasetyo.
Pencarian Pemeran Daniel: Tantangan Tersendiri
Kriteria wajah baru juga diterapkan untuk karakter Daniel di "Kuasa Gelap: Perjanjian Darah". Kali ini Robert harus mencari pemeran pria, dan sutradara Rizal Mantovani sempat menilai prosesnya cukup menantang.
"Susah lho dibikin anak laki jadi seram kerasukan tuh susah, ya gampang perempuan," kata Robert menirukan tanggapan Rizal.
Dari sejumlah kandidat, pilihan akhirnya jatuh kepada Venly Arauna. Robert mengaku Venly bukan pilihan utama sejak awal.
"Sebenarnya jujur aja nih, Venly ini bukan pilihan utama kami awalnya," kata Ronny.
Faktor Rambut Panjang hingga Dedikasi Venly
Keyakinan Robert tumbuh setelah melihat penampilan Venly di film produksi Paragon Pictures berjudul "Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?". Penampilan fisik Venly yang berasal dari Manado juga bisa disesuaikan lewat tata rias agar serasi dengan Ferry Salim yang berperan sebagai ayahnya.
Ciri fisik lain, yakni rambut panjang, dinilai Rizal Mantovani memperkuat akting Venly untuk berperan menyeramkan.
"Kami akhirnya pilih Venly deh, karena salah satu faktornya juga waktu itu untung Ven, rambut lu panjang. 'Bikin serem nih kalau rambutnya panjang', kata Rizal gitu," kenang Robert.
Dedikasi Venly menambah nilai di mata Robert. Venly rela mengambil cuti dari proyek syuting lain demi fokus mengikuti audisi "Kuasa Gelap: Perjanjian Darah".
"Waktu dia mulai dipanggil casting, langsung dia cuti. Saya suka dengan kepercayaan dirinya itu, karena kan belum tentu dipilih, waktu itu masih jodoh-jodohan. 'Enggak apa-apa, Pak, saya percaya', dia bilang gitu," kata Ronny.
Audisi Fokus Pendalaman Karakter, Tanpa Adegan Kesurupan
Venly mengungkapkan bahwa proses audisi tidak melibatkan simulasi adegan pelepasan roh jahat. Audisi murni berfokus pada pendalaman karakter Daniel.
"(Di audisi) enggak ada kesurupan-nya sama sekali, 'reading' adegannya lebih ke menjadi seorang Daniel itu sendiri sih," kata Venly.