Pencarian

AS Gandeng Lockheed Martin Perluas Produksi Rudal AIM-260 JATM, Kerangka Pengadaan Multitahun Disiapkan

Jumat, 18 September 2026 • 10:24:01 WIB
AS Gandeng Lockheed Martin Perluas Produksi Rudal AIM-260 JATM, Kerangka Pengadaan Multitahun Disiapkan

Departemen Perang Amerika Serikat menggandeng Lockheed Martin memperluas kapasitas produksi rudal udara-ke-udara generasi baru AIM-260 Joint Advanced Tactical Missile (JATM) melalui perjanjian kerangka kerja baru. Kesepakatan yang diumumkan dari Washington itu memberi sinyal permintaan jangka panjang kepada pemasok komponen sekaligus membuka jalan Pengadaan Multitahun (MYP) JATM di masa depan. Langkah tersebut menandai tahap terbaru perluasan Arsenal of Freedom di bawah visi Presiden Donald Trump dan Menteri Perang Pete Hegseth.

WASHINGTON — Departemen Perang Amerika Serikat (DOW) mengumumkan perjanjian kerangka kerja baru dengan perusahaan pertahanan Lockheed Martin untuk memperluas kapasitas produksi rudal udara-ke-udara generasi baru AIM-260 Joint Advanced Tactical Missile (JATM). Pengumuman disampaikan langsung melalui rilis resmi DOW dari Washington.

Perjanjian itu memberi sinyal permintaan jangka panjang kepada para pemasok komponen. Dengan kepastian tersebut, Lockheed Martin dapat melakukan investasi tambahan pada kapasitas manufaktur, tenaga kerja, serta proses produksi yang lebih efisien.

Apa Itu AIM-260 JATM dan Mengapa Produksinya Digenjot

JATM merupakan rudal udara-ke-udara generasi baru yang oleh Pentagon disebut sebagai sistem rudal prioritas tertinggi negara. Perluasan produksinya menjadi bagian dari upaya membangun kembali kapasitas industri pertahanan AS.

Dalam rilis resminya, DOW menyatakan kesepakatan tersebut sekaligus menjalankan wewenang kongres untuk mengamankan sistem rudal prioritas tertinggi negara. Kerangka kerja ini juga menetapkan jalur Pengadaan Multitahun (MYP) JATM di masa depan.

"Kesepakatan ini menjadi tonggak sejarah terbaru dalam memperluas 'Gudang Senjata Kebebasan' (Arsenal of Freedom) di bawah visi bersama Presiden (AS Donald) Trump dan Menteri (Perang Pete) Hegseth. Ini menetapkan kerangka kerja untuk Pengadaan Multitahun (MYP) JATM di masa depan, sekaligus menjalankan wewenang kongres untuk mengamankan sistem rudal prioritas tertinggi negara," demikian pernyataan DOW.

Sinyal Permintaan Jangka Panjang ke Pemasok Komponen

Menurut Pentagon, kepastian kontrak jangka panjang menjadi kunci bagi Lockheed Martin untuk menambah kapasitas manufaktur. Tanpa sinyal permintaan yang jelas, investasi pada lini produksi dan tenaga kerja berisiko tertahan.

Perjanjian ini disebut memberikan kepastian tersebut. Dampaknya dirasakan hingga ke rantai pasok komponen, yang kini bisa merencanakan produksi lebih awal.

Langkah itu menyusul pernyataan Hegseth pada November 2025. Saat itu, ia menegaskan Pentagon menargetkan pembangunan kembali Arsenal of Freedom AS.

Visi Arsenal of Freedom di Bawah Trump dan Hegseth

Hegseth menekankan pentingnya mentransformasikan industri Amerika menjadi basis industri masa perang yang berfokus pada kecepatan dan volume produksi. Fokus itu berbeda dari pendekatan produksi terbatas yang bergantung pada pesanan bertahap.

Perjanjian dengan Lockheed Martin menjadi tindak lanjut konkret dari arah kebijakan tersebut. Kerangka kerja yang disepakati mencakup perluasan kapasitas produksi JATM sebagai sistem prioritas.

Pengumuman ini menempatkan JATM sebagai salah satu program pertahanan yang dipacu percepatan produksinya. Tahap berikutnya menunggu realisasi Pengadaan Multitahun yang kerangkanya telah disiapkan dalam kesepakatan tersebut.

Follow www.kabargorontalo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: gorontalo.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks