Mahasiswa UNG Bawa Proyek Youth Economic Policy Lab ke Forum Internasional WELF 2026 di Bali

Penulis: Gilang Permana  •  Jumat, 09 Oktober 2026 | 10:16:01 WIB
Mahasiswa UNG Ratri mempresentasikan proyek Youth Economic Policy Lab pada forum internasional WELF 2026 di Bali.

GORONTALO — Ratri membawa gagasan bertajuk "Youth Economic Policy Lab: Building Economic Resilience in an Uncertain Global Environment" ke hadapan peserta forum internasional yang diselenggarakan Sustainable Development League bersama Warmadewa University. Proyek itu dirancang sebagai ruang yang menghubungkan penelitian ekonomi, dialog kebijakan, dan keterlibatan anak muda.

Keikutsertaannya menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa UNG membawa perspektif akademik ke forum yang membahas isu ekonomi global, teknologi, rekonstruksi, perubahan iklim, dan kepemimpinan generasi muda. Ratri mengikuti rangkaian diskusi sebagai Impact Delegate sebelum mempresentasikan proyeknya.

Apa Itu Youth Economic Policy Lab

Youth Economic Policy Lab merupakan inisiatif berbasis kepemudaan yang mendorong mahasiswa memahami persoalan ekonomi melalui pendekatan berbasis data. Inisiatif ini membuka ruang diskusi bersama akademisi dan praktisi, sekaligus mendorong penerjemahan hasil kajian menjadi rekomendasi yang lebih mudah dipahami masyarakat.

"Youth Economic Policy Lab saya gagas sebagai ruang yang menghubungkan penelitian ekonomi dengan diskusi kebijakan dan keterlibatan anak muda. Saya melihat bahwa generasi muda tidak hanya perlu memahami bagaimana kebijakan ekonomi memengaruhi kehidupan mereka, tetapi juga perlu memiliki ruang untuk menyampaikan gagasan dan terlibat dalam pembahasan isu ekonomi," ujar Ratri.

Berangkat dari Riset Kebijakan Fiskal dan FDI ASEAN+3

Gagasan yang dipresentasikan Ratri berangkat dari pengalaman akademiknya meneliti kebijakan fiskal dan Foreign Direct Investment (FDI) di negara-negara ASEAN+3 selama periode 2010–2023. Penelitian itu menjadi pijakan untuk memahami bagaimana data dan riset ekonomi digunakan menganalisis hubungan antara kebijakan fiskal, kondisi makroekonomi, dan investasi di tengah ketidakpastian global.

Melalui proyek tersebut, Ratri menekankan bahwa ketahanan ekonomi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan suatu negara menghadapi guncangan ekonomi. Menurutnya, ketahanan ekonomi juga membutuhkan kebijakan yang kredibel, kapasitas fiskal yang kuat, investasi produktif, serta keterlibatan masyarakat dan generasi muda.

"Pengalaman mengikuti WELF membuat saya melihat bahwa persoalan ekonomi tidak dapat diselesaikan hanya dengan satu kebijakan atau satu indikator. Ketahanan ekonomi membutuhkan kombinasi antara kebijakan yang baik, institusi yang kuat, investasi produktif, dan keterlibatan berbagai pihak. Di sinilah saya melihat ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi melalui riset, dialog, dan aksi," lanjut Ratri.

Perluas Jejaring Akademik FEB UNG

Keikutsertaan dalam WELF 2026 diharapkan menjadi ruang bagi Ratri mengembangkan Youth Economic Policy Lab sebagai wadah pembelajaran dan diskusi bagi mahasiswa dalam memahami isu ekonomi dan kebijakan publik secara kritis serta berbasis bukti.

Partisipasi tersebut sekaligus memperluas jejaring akademik mahasiswa FEB UNG dan membawa perspektif Universitas Negeri Gorontalo ke forum internasional. Kehadiran Ratri menunjukkan keterlibatan mahasiswa UNG dalam diskusi mengenai ekonomi, pembangunan, dan tantangan global yang semakin kompleks.

Reporter: Gilang Permana
Sumber: prosesnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top