Tesla Model 3 dan Model Y Akhirnya Dapat V2H, Tapi Ada Syarat Mahal

Penulis: Haris Maulana  •  Kamis, 08 Oktober 2026 | 20:18:31 WIB
Tesla Model 3 dan Model Y resmi mendapat fitur Vehicle-to-Home (V2H) melalui fitur Powershare Home Backup.

GORONTALO — Tesla Model 3 dan Model Y akhirnya resmi mendapat fitur Vehicle-to-Home (V2H) alias bisa menyalurkan listrik ke rumah, sesuatu yang sebelumnya cuma ada di Cybertruck. Sayangnya, fitur ini tidak otomatis tersedia di semua unit baru maupun lama karena butuh perangkat keras inverter khusus plus Powerwall 3 yang harganya bisa puluhan juta rupiah. Pemilik Tesla di Amerika yang ingin memakainya saat mati lampu harus cek dulu status kompatibilitas kendaraannya.

Tesla Energy mengumumkan lewat unggahan di platform X bahwa fitur bernama Powershare Home Backup ini jadi bagian dari perubahan bertahap pada lini produksi Model 3 dan Model Y. Semua unit yang dipesan di Amerika Serikat setelah 1 Oktober akan membawa kemampuan tersebut, begitu juga sebagian unit yang sudah keluar dari pabrik sebelumnya. Pemilik bisa memverifikasi status kendaraan mereka lewat menu Software, tepatnya di layar Additional Vehicle Information, pada bagian Powershare Support.

Pengumuman ini muncul hanya beberapa hari setelah Tesla merilis sejumlah pembaruan untuk Model 3, mulai dari layar sentuh lebih besar di semua varian, akselerasi lebih cepat untuk beberapa versi, hingga tambahan jarak tempuh untuk varian Performance. Langkah ini menegaskan strategi integrasi vertikal Tesla yang menggabungkan sisi kendaraan dan sisi energi rumah dalam satu ekosistem.

Inverter PCS2 Lite Jadi Kunci Kompatibilitas

Perangkat keras yang menentukan apakah sebuah Model 3 atau Model Y bisa mengalirkan listrik ke rumah adalah inverter baru bernama PCS2 Lite. PCS adalah singkatan dari Power Conversion System, dan unit ini masih berkerabat dengan PCS2 yang dipakai Cybertruck untuk fungsi serupa. Bedanya cukup penting: Cybertruck bisa menyuplai daya langsung ke rumah, sementara Model 3 dan Model Y wajib dipasangkan dengan baterai rumah Powerwall 3 plus Tesla Wall Connector versi Universal atau Gen 3.

Dukungan untuk versi Powerwall yang lebih lama disebut masih dalam tahap pengembangan dan akan hadir "segera". Instalasi Powerwall 3 sendiri bisa menembus angka lima digit dolar Amerika, tergantung kondisi rumah. Artinya, bagi pemilik yang belum punya sistem penyimpanan energi rumah, biaya masuk untuk menikmati V2H jauh lebih besar dari sekadar harga mobilnya.

Cara Kerja: Baterai Mobil Jadi Cadangan Kedua

Berbeda dari sistem cadangan listrik berbasis EV lain, Powerwall menyertakan baterai di sisi rumah. Dalam skenario ini, paket baterai kendaraan berperan sebagai cadangan dari cadangan. Saat terjadi pemadaman, begitu daya Powerwall habis, mobil secara simultan menyuplai listrik ke rumah sekaligus mengisi ulang baterai Powerwall.

Dengan pengaturan tersebut, pemilik tidak perlu merasa mobilnya terikat permanen di rumah sampai pemadaman berakhir. Daya maksimum yang bisa disalurkan mencapai 11,5 kW, lebih tinggi dari yang ditawarkan sebagian produsen lain untuk implementasi V2H mereka.

Berapa Lama Bisa Menyalakan Rumah?

Durasi suplai listrik bergantung pada kapasitas baterai kendaraan dan kondisi state of charge saat beralih ke mode penyuplai daya, serta beban peralatan yang dinyalakan. Tesla memperkirakan paket baterai standar Model 3 dan Model Y mampu memperpanjang cadangan listrik rumah rata-rata sekitar dua hari. Sementara varian Premium dan Performance dengan paket baterai lebih besar memberi tambahan sedikit di atas dua hari.

Sebagai perbandingan, Cybertruck diklaim bisa menambah lebih dari tiga hari daya untuk rumah berukuran rata-rata. Angka-angka ini tentu bersifat estimasi dan sangat bergantung pada pola konsumsi listrik tiap rumah tangga.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Terburu-buru

  • Fitur ini baru tersedia untuk pasar Amerika Serikat, belum ada informasi resmi soal ketersediaan di Indonesia.
  • Wajib memiliki Powerwall 3 dan Wall Connector kompatibel, investasi yang tidak murah jika belum terpasang.
  • Belum semua unit Model 3 dan Model Y kompatibel, harus dicek lewat menu Software di kendaraan.
  • Dukungan untuk Powerwall versi lama masih "coming soon", belum jelas kapan pastinya.

Bagi pemilik Model 3 dan Model Y generasi lama, masih ada harapan. Dokumentasi servis Tesla memuat prosedur draf untuk meningkatkan Model Y dari perangkat PCS1 ke PCS2 Lite, sehingga retrofit tampak memungkinkan secara teknis. Namun apakah prosedur serupa berlaku untuk Model 3, dan apakah Tesla akan menawarkannya ke pelanggan, masih belum jelas.

Terlambat Dibanding Kompetitor

Kehadiran V2H di Model 3 dan Model Y terbilang terlambat. Sejumlah kompetitor sudah menawarkan fungsi serupa sejak beberapa tahun lalu, terutama mengingat posisi Tesla yang cukup dominan di pasar penyimpanan energi rumah. Bos powertrain Tesla saat itu bahkan sudah membahas peralihan ke elektronik baru untuk menangani V2H dalam investor day perusahaan pada 2023.

Fitur ini memang menambah nilai jual Model 3 dan Model Y, terutama bagi pemilik yang sudah berinvestasi di ekosistem Tesla Energy. Tapi bagi calon pembeli di Indonesia, kemampuan V2H ini kemungkinan besar belum relevan dalam waktu dekat karena infrastruktur Powerwall dan Wall Connector belum tersedia secara resmi di pasar lokal.

Reporter: Haris Maulana
Sumber: caranddriver.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top