GORONTALO — Xiaomi mengirim sekitar 40.000 unit kendaraan listrik sepanjang September 2026, melonjak dari 31.267 unit pada Juli dan 30.153 unit pada Agustus. Model SkyNomad dengan teknologi extended-range electric vehicle (EREV) disebut menjadi pendorong utama kenaikan tersebut. Meski begitu, Xiaomi masih butuh 263.525 unit lagi di kuartal IV untuk mengejar target tahunan 550.000 kendaraan.
Pencapaian pengiriman bulanan Xiaomi pada September 2026 menjadi yang tertinggi sepanjang tahun ini. Angka 40.000 unit itu muncul setelah perusahaan meluncurkan SkyNomad, model yang menyasar segmen keluarga dengan pilihan konfigurasi lima hingga tujuh penumpang.
SkyNomad bukan kendaraan listrik baterai murni. Xiaomi memakai pendekatan extended-range electric vehicle, di mana motor listrik tetap menjadi penggerak utama sementara mesin bensin 1,5 liter diposisikan sebagai generator.
Pada sistem EREV, mesin bensin tidak terhubung langsung ke roda. Tugasnya hanya memasok energi ketika daya baterai menipis, sehingga pengemudi tidak perlu khawatir kehabisan daya di tengah perjalanan.
Pendekatan ini berbeda dari kendaraan hybrid konvensional yang membagi tenaga antara mesin bensin dan motor listrik. Xiaomi memilih jalur EREV untuk memberi pengalaman berkendara listrik penuh tanpa bergantung sepenuhnya pada infrastruktur pengisian daya.
SkyNomad ditawarkan dalam beberapa varian yang membedakan jumlah kursi dan tingkat kenyamanan kabin.
Pilihan konfigurasi itu memperlihatkan Xiaomi tidak hanya mengejar satu segmen. N70 diarahkan ke pengguna urban, sementara N90 Max menyasar konsumen yang butuh kendaraan serbaguna untuk mobilitas keluarga besar.
Respons awal pasar terhadap SkyNomad terbilang agresif. Xiaomi mencatat lebih dari 10.000 pemesanan hanya dalam empat menit setelah model tersebut diluncurkan.
Angka pemesanan cepat itu menjadi sinyal bahwa posisi SkyNomad sebagai kendaraan keluarga berbasis listrik diterima calon pembeli. Meski demikian, pemesanan tidak selalu berbanding lurus dengan pengiriman aktual, karena bergantung pada kapasitas produksi dan kesiapan rantai pasok.
Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, total pengiriman Xiaomi mencapai 286.475 unit. Dengan target tahunan 550.000 kendaraan, perusahaan masih memerlukan tambahan 263.525 unit pada kuartal terakhir.
Beban itu tidak ringan. Kuartal IV hanya menyisakan tiga bulan, sementara rata-rata pengiriman bulanan Xiaomi sepanjang tahun ini belum mencapai angka yang cukup untuk menutup selisih tersebut secara linear.
SkyNomad diperkirakan tetap menjadi tumpuan utama. Jika laju pengiriman September bisa dipertahankan atau ditingkatkan, Xiaomi setidaknya punya peluang mempersempit jarak menuju target, meski menutup seluruh kekurangan dalam satu kuartal menjadi tantangan tersendiri.