GORONTALO — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gorontalo, Iswad Abdullah Pakaja, menilai capaian 33 siswa yang mewakili daerah itu pada OMI Tingkat Provinsi Gorontalo tahun 2026 sebagai bukti kapasitas madrasah swasta. Dari jumlah tersebut, mayoritas peserta yang lolos ke tingkat provinsi justru datang dari madrasah swasta, bukan madrasah negeri.
Apresiasi itu disampaikan Iswad saat memimpin apel kerja rutin di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gorontalo, Selasa 6 Oktober 2026. Ia menyebut capaian tersebut sebagai kebanggaan tersendiri bagi jajarannya.
Menurut Iswad, komposisi peserta yang didominasi madrasah swasta menjadi catatan penting dalam pelaksanaan OMI tahun ini. Hal itu menunjukkan pembinaan di madrasah swasta berjalan efektif hingga mampu bersaing di tingkat provinsi.
"Ini menjadi kebanggaan tersendiri. Tahun ini, rata-rata yang lolos di tingkat provinsi dan mewakili Kabupaten Gorontalo berasal dari madrasah swasta. Ini patut kita apresiasi," ungkap Iswad.
Ia menilai madrasah swasta memiliki kemampuan dan potensi besar dalam mengembangkan prestasi peserta didik. Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pembinaan dan kualitas pendidikan di lingkungan madrasah.
Iswad berharap seluruh peserta yang membawa nama Kabupaten Gorontalo dapat memberikan hasil terbaik pada OMI Tingkat Provinsi Gorontalo 2026. Ia juga mendorong mereka melanjutkan perjuangan hingga ke tingkat nasional.
"Semoga bisa meraih yang terbaik dan bisa sampai ke tingkat nasional," tandas Iswad.
Pelaksanaan OMI Tingkat Provinsi Gorontalo tahun ini menjadi ajang pembuktian bagi peserta didik madrasah swasta di Kabupaten Gorontalo. Capaian 33 siswa yang lolos diharapkan berdampak pada penguatan kualitas pendidikan madrasah di daerah tersebut.