Ketua PP Muhammadiyah Isi Kuliah Umum di FK UMGO Gorontalo, Tekankan Ilmu, Skill, Sikap, dan Integritas

Penulis: Feri Andika  •  Selasa, 06 Oktober 2026 | 07:46:31 WIB
Ketua PP Muhammadiyah Dr. dr. Agus Taufiqurrohman memberikan kuliah umum di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Gorontalo.

GORONTALO — Rektor UMGO, Prof. Dr. Abd. Kadim Masaong, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran kembali Dr. dr. Agus Taufiqurrohman di lingkungan UMGO. Menurutnya, pendidikan dokter di UMGO tidak berhenti pada penguasaan ilmu medis semata.

Mahasiswa juga diarahkan menjadi pribadi yang memiliki karakter, kepemimpinan, kepedulian sosial, serta komitmen terhadap nilai-nilai Muhammadiyah. Rektor menegaskan, kompetensi akademik harus berjalan beriringan dengan integritas dan kepedulian terhadap masyarakat.

Darul Arqam Madya Jadi Bagian Pembentukan Kader

Rektor menyebut mahasiswa Fakultas Kedokteran bukan hanya ditempa dalam bidang keilmuan. Mereka juga telah mengikuti Darul Arqam Madya sebagai bagian dari proses pembentukan kader dan calon pemimpin Muhammadiyah di masa depan.

"Mahasiswa Fakultas Kedokteran ini bukan hanya ditempa dalam bidang keilmuan, tetapi juga telah mengikuti Darul Arqam Madya. Ini merupakan bagian dari proses pembentukan kader dan calon pemimpin Muhammadiyah di masa depan," ujar Rektor.

Ia menambahkan, profesi dokter pada hakikatnya tidak sekadar berkaitan dengan kemampuan menangani penyakit. Ada tanggung jawab lebih besar, yakni menghadirkan kemaslahatan bagi sesama.

"Menjadi dokter bukan hanya tentang kemampuan keilmuan dan profesionalisme, tetapi juga bagaimana ilmu yang dimiliki dapat memberikan kemaslahatan bagi masyarakat," lanjutnya.

Belajar sebagai Ibadah dan Investasi Kehidupan

Dr. dr. Agus Taufiqurrohman mengajak mahasiswa memandang proses belajar sebagai bagian dari ibadah sekaligus investasi kehidupan. Setiap ilmu yang bermanfaat, katanya, menjadi bekal kehidupan.

"Menuntut ilmu adalah ibadah, belajar adalah ibadah. Setiap ilmu yang bermanfaat menjadi bekal kehidupan," ungkapnya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan seorang profesional tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik. Di tengah dunia kerja yang semakin dinamis, calon dokter dituntut memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerja dalam tim, beradaptasi, serta menunjukkan sikap dan integritas.

"Attitude is everything. Change your attitude and you change your life," tegasnya.

Empat Fondasi Calon Dokter: Ilmu, Keterampilan, Sikap, Integritas

Menurut Agus, calon dokter harus mampu membangun empati, optimisme, teamwork, dan profesionalisme. Seluruhnya perlu ditopang oleh empat fondasi penting, yakni ilmu, keterampilan, sikap, dan integritas.

Ia juga mendorong mahasiswa aktif berorganisasi, termasuk melalui Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Organisasi dinilai dapat menjadi ruang mengasah kepemimpinan, memperkuat karakter Islami, memperluas jejaring, serta mengembangkan kemampuan di luar ruang kuliah.

"Berpikir kritis dan berkontribusi nyata untuk umat dan bangsa. Student today, leader tomorrow," pesannya.

Kuliah umum tersebut mempertegas arah pendidikan FK UMGO dalam membentuk calon dokter yang tidak hanya unggul secara akademik dan profesional. Lulusan yang dihasilkan diharapkan hadir bukan sekadar sebagai tenaga kesehatan, melainkan sebagai insan intelektual yang mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat, umat, dan bangsa.

Reporter: Feri Andika
Sumber: otanaha.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top