GORONTALO — Ketua Jurusan Kimia FMIPA UNG Hendri Iyabu menyampaikan rasa bangga atas capaian tersebut. Menurut Hendri, prestasi itu buah dari kerja keras mahasiswa, bimbingan dosen, dan semangat mengembangkan diri di bidang keilmuan kimia.
Keberhasilan Vebriyanti dan Nurul menambah catatan prestasi mahasiswa UNG di kompetisi tingkat nasional. Dua nama itu bersaing dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi yang ikut serta dalam CEIC 2026.
Kategori karya tulis ilmiah menuntut peserta menyusun riset yang bisa diterapkan dalam pembelajaran kimia. Vebriyanti dan Nurul dinilai mampu menyajikan gagasan itu lebih baik dari peserta lain.
CEIC 2026 sendiri menantang mahasiswa pendidikan kimia menghasilkan karya inovatif, mulai dari riset ilmiah, praktik mengajar, hingga produksi media pembelajaran berbasis video.
Faizah Fein Biki menyumbang medali perunggu dari kategori microteaching. Kategori ini menguji kemampuan peserta mengajar di depan kelas dengan pendekatan yang relevan bagi siswa.
Rahayu Djafar melengkapi koleksi medali UNG lewat kategori video pembelajaran. Penilaian kategori ini menitikberatkan pada kualitas media ajar yang mampu menjelaskan materi kimia secara efektif.
Dua kategori tersebut menuntut kompetensi pedagogik yang berbeda dari karya tulis ilmiah. Peserta dituntut menguasai materi sekaligus menyampaikannya dengan cara yang mudah dipahami.
Keikutsertaan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi membuat persaingan CEIC 2026 berjalan ketat. Kompetisi ini menjadi ruang bagi calon pendidik mengasah kreativitas dan kompetensi pedagogik.
Hendri menilai capaian mahasiswa Jurusan Kimia FMIPA UNG menunjukkan pembinaan di kampus berjalan sesuai jalur. Ia berharap prestasi itu memacu mahasiswa lain untuk ikut berkompetisi di tingkat nasional.