GORONTALO — Seorang wartawan bernama Lukman menemukan pipa yang tersambung ke mesin air atau mesin dap telah dipotong saat tiba di sekretariat. Mesin itu gagal dibawa kabur karena bagian mesinnya telah tercor semen. Setelah mengecek ruang kerja di lantai dua, Lukman mendapati speaker Noise Wireless sudah hilang.
Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Gorontalo, Melki Gani, menyebut sejumlah barang lain juga raib dari lokasi.
"Selain itu, kabel tembaga sekitar 10 meter maupun tabung gas 5 kilogram juga dibawa kabur," kata Melki.
Menurut Melki, sebelum kejadian, sejumlah jurnalis masih berkumpul di sekretariat pada Minggu (27/9/2026) malam hingga sekitar pukul 23.30 Wita. Setelah itu, seluruhnya meninggalkan lokasi.
Melki menduga pencurian terjadi pada Senin dini hari. Pelaku diduga masuk dengan membobol pintu depan ruang kerja yang hanya terkunci dari bagian dalam.
"Sekretariat ini memang sering ditinggalkan, tidak ada penjaga. Tapi ruang kerja kami biasanya dikunci," ujar Melki.
Kondisi pintu itu diduga dimanfaatkan pelaku untuk membuka grendel pada bagian atas pintu melalui ventilasi. Pintu yang menggunakan gembok hanya berada di bagian samping.
"Jadi bisa saja pelaku membuka grendel di bagian atas pintu lewat ventilasi," jelasnya.
Total kerugian akibat aksi pencurian itu ditaksir mencapai Rp4 juta. Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Kota Utara.
Polisi juga telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP).
Pencurian di sekretariat Jurnalis Gorontalo bukan kali pertama terjadi. Pada 2024 lalu, pelaku membawa kabur mesin dap serta satu set kursi dan meja.